Pempek Dos Isi Telur

Beberapa hari lalu saya membeli pempek kapal selam di sebuah supermarket. Rasanya cukup enak, lumayan untuk mengganjal perut. Sayang ukurannya agak terlalu kecil he he. Akhirnya keesokan harinya saya mencoba membuat pempek isi telur. Mau dibilang pempek kapal selam rasanya masih kurang pas, kurang besar. Tapi yang penting ukurannya lebih besar dibandingkan dengan yang saya beli kemarin, supaya lebih puas memakannya. Namun saya bukan membuat pempek tenggiri melainkan pempek dos. Sebelumnya saya pernah memposting resep pempek dos di sini. Saya hanya menambahkan jumlah kaldu bubuknya dan sagu taninya. Baca lebih lanjut

Rayyaan dan Telur Rebus

Sebagai ibu kadang mau tidak mau harus menerima kalau ada saat-saat di mana nafsu makan anak naik turun dan harus tetap semangat berusaha agar anak mau makan he he. Kalau yang namanya full GTM si alhamdulillah belum pernah mengalami, namun semenjak Rayyaan berusia 1 tahun memang kadang makannya jadi moody. Untungnya nih, kalau sedang moody (misalnya sekarang, makannya ogah-ogahan karena teething) ada 1 makanan yang tetap mau disantap, yaitu telur rebus. Ntah kenapa Rayyaan suka sekali dengan telur rebus, ntah telur ayam kampung, telur ayam ras, atau telur puyuh. Mungkin karena telur rebus (yang hard boiled egg) itu padat, bisa digigit, dikunyah, tapi empuk. Kalau sudah disuguhi telur rebus, dengan anteng duduk dan melahap potongan telurnya. Kalau ditambah sayur atau nasi/sumber karbohidrat lain, atau bahan protein lain biasanya dipegang-pegang dulu, ada yang dilempar ke lantai atau food traynya, dipelototi, baru dilahap, kadang juga harus disuapi he he. Baca lebih lanjut