Kue Lampu-Lampu

Kalau siang seperti biasa di lingkungan tempat saya tinggal di Manado ada beberapa anak yang berkeliling berjualan kue. Sering juga anak-anak itu menawarkan dagangannya. Yang lebih sering ditawari sih ayah saya, biasanya beliau membeli pisang goreng kalau masih panas atau hangat. Terkadang selesai berjualan mereka menghitung uang hasil dagangannya di teras rumah saya. Siang ini salah seorang penjual kue itu ngaso di teras rumah sambil mengobrol dengan beberapa temannya. Saat ayah saya keluar, beliau iseng bertanya ada kue apa. Kebetulan kue-kue yang dibawa masih hangat. Ayah saya lalu membeli yang namanya kue lampu-lampu. Setelah mencoba sebuah, ayah saya berkata kuenya enak dan meminta saya mencobanya. Baca lebih lanjut

Iklan

Nasi Kuning Manado

Selamat pagi, sarapan apa hari ini? Nasi goreng? Nasi uduk? Lontong sayur? Biasanya kalau sedang tidak membuat sesuatu untuk sarapan, saya membeli nasi uduk yang dijual oleh tetangga saya. Di gang rumah saya di Bandar Lampung ada beberapa orang tetangga yang menjual nasi uduk dan menu sarapan lain seperti lontong sayur. Satu gang kok yang menjual nasi uduk ada lebih dari 2 orang ya? Yah tapi yang namanya rezeki pasti ada saja dan tidak akan tertukar. Buktinya kalau membeli nasi uduknya kesiangan, bisa-bisa sudah habis semua he he. Baca lebih lanjut

Bazar Kue Keliling

Minggu lalu rumah saya kedatangan tamu. Lebih tepatnya sih ada beberapa mahasiswa yang mengadakan bazar kue keliling he he. Menurut cerita suami, di Manado sering diadakan semacam bazar untuk penggalangan dana. Misalnya nih, saat ada peringatan Isra Mi’raj di masjid kampung kami, ibu-ibu pengajian membuat berbagai macam kue untuk dijual di bazar. Harganya memang lebih mahal, maksudnya keuntungannya untuk menambah biaya pembangunan masjid. Jadi tidak serta-merta ada yang keliling meminta sumbangan. Singkatnya sih para warga yang ingin membantu pembangunan masjid diberi buah tangan berupa kue-kue. Baca lebih lanjut