Kue Lampu-Lampu

Kalau siang seperti biasa di lingkungan tempat saya tinggal di Manado ada beberapa anak yang berkeliling berjualan kue. Sering juga anak-anak itu menawarkan dagangannya. Yang lebih sering ditawari sih ayah saya, biasanya beliau membeli pisang goreng kalau masih panas atau hangat. Terkadang selesai berjualan mereka menghitung uang hasil dagangannya di teras rumah saya. Siang ini salah seorang penjual kue itu ngaso di teras rumah sambil mengobrol dengan beberapa temannya. Saat ayah saya keluar, beliau iseng bertanya ada kue apa. Kebetulan kue-kue yang dibawa masih hangat. Ayah saya lalu membeli yang namanya kue lampu-lampu. Setelah mencoba sebuah, ayah saya berkata kuenya enak dan meminta saya mencobanya.

Kue lampu-lampu ini warnanya putih dan dijual dalam takir (semacam mangkuk yang terbuat dari daun). Takir daun pandannya membuat aroma kue ini wangi sekali. Sejenak saya mencoba menerka-nerka, apa bahan kue ini ya. Setelah saya cicipi, ternyata rasanya mirip bubur sum-sum hanya teksturnya lebih padat. Di dasar takir daun pandannya ada gula merah cairnya. Rasanya manis dan agak gurih. Saya lalu mencari info lebih lanjut soal kue ini. Ternyata bahan kue lampu-lampu ini mirip bahan bubur sum-sum. Di resep yang saya temukan, digunakan air daun suji untuk membuat kue lampu-lampunya jadi hijau dan daun yang digunakan sebagai takir adalah daun pisang. Sementara daun pandannya digunakan sebagai alas wadahnya.

Perbedaan kue lampu-lampu dengan bubur sum-sum adalah pada perbandingan tepung beras dengan santannya. Untuk membuat kue lampu-lampu digunakan 750 ml santan dan 150 gr tepung beras. Sementara untuk bubur sum-sum digunakan 1.500 ml santan dan 200 gr tepung beras. Perbedaan lain adalah untuk bubur sum-sum diperlukan sirup gula merah sebagai pelengkap, sementara pada kue lampu-lampu gulanya tidak perlu dibuat sirup secara terpisah. Sebelum menuang adonan kue, di dasar takir diberi 1 sendok makan gula merah. Gula merah ini kemudian akan mencair saat dikukus. Ada yang tertarik membuat kue lampu-lampu? Ini dia resepnya yang saya dapatkan dari situs tabloid Nova.

Bahan:

1. 150 gr tepung beras
2. 750 ml santan dari 1 butir kelapa
3. 2 sdm gula pasir
4. 1/2 sdt garam
5. Daun pandan, bentuk takir
6. 100 gr gula merah, sisir halus

Cara membuat:

1. Campur tepung beras, santan, gula pasir dan garam, aduk rata.
2. Ambil satu takir daun pandan, sendokkan 1 sdm gula pasir.
3. Tuang adonan.
4. Panaskan dandang, susun adonan berjajar dan saling berdempet agar takir daun pandan berdiri tegak dan kue matang sempurna.
5. Kukus adonan selama kurang lebih 20 menit.

Kue lampu-lampu ini paling enak disantap saat hangat. Yang paling saya suka itu lho, wangi pandannya yang hmm… Mungkin suatu saat saya akan mencoba sendiri membuat kue ini. Kalau belum sempat, ya saya tinggal panggil si penjual kue cilik he he.

Iklan

8 pemikiran pada “Kue Lampu-Lampu

  1. kayaknya mudah ya…hahaha, plisss deh belum bikin udah bilang mudah…tapi tampak enakk mak, coba dimodif2 dikit biar jadi resep bikinan emak bukan tabloid N*** cma ingin beri masukan aja mak… *emak sepertinya pinter masaak, yuk berkreasi mak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s