Pancake Keju

Beberapa hari ini nafsu makan Rayyaan sedang naik turun, kemungkinan besar karena teething. Walau tidak sampai GTM, saya sempat khawatir juga, karena kadang lebih suka mengigit-gigit mangkuknya daripada melahap makanannya. Hari Minggu lalu Rayyaan pernah mencicipi martabak manis yang saya beli. Kelihatannya dia cukup suka. Sebelumnya juga pernah saya buatkan chocolate crepes hasil nyontek dari bukunya Pak Wied Harry yang berisi resep-resep untuk batita. Akhirnya saya mencoba membuat martabak manis sendiri tapi sebenarnya lebih menyerupai pancake. Resepnya kombinasi antara resep hasil browsing, resep dari AyahBunda dan resep chocolate crepes di buku Pak Wied Harry. Baca lebih lanjut

Iklan

Rayyaan dan Telur Rebus

Sebagai ibu kadang mau tidak mau harus menerima kalau ada saat-saat di mana nafsu makan anak naik turun dan harus tetap semangat berusaha agar anak mau makan he he. Kalau yang namanya full GTM si alhamdulillah belum pernah mengalami, namun semenjak Rayyaan berusia 1 tahun memang kadang makannya jadi moody. Untungnya nih, kalau sedang moody (misalnya sekarang, makannya ogah-ogahan karena teething) ada 1 makanan yang tetap mau disantap, yaitu telur rebus. Ntah kenapa Rayyaan suka sekali dengan telur rebus, ntah telur ayam kampung, telur ayam ras, atau telur puyuh. Mungkin karena telur rebus (yang hard boiled egg) itu padat, bisa digigit, dikunyah, tapi empuk. Kalau sudah disuguhi telur rebus, dengan anteng duduk dan melahap potongan telurnya. Kalau ditambah sayur atau nasi/sumber karbohidrat lain, atau bahan protein lain biasanya dipegang-pegang dulu, ada yang dilempar ke lantai atau food traynya, dipelototi, baru dilahap, kadang juga harus disuapi he he. Baca lebih lanjut

Cerita ABG: Bakat & Hasrat di Dapur

Beberapa waktu lalu saya blogwalking dan menemukan beberapa cerita rekan blogger soal buah hatinya yang bekreasi membuat cemilan lalu dijual ke teman-temannya. Ada yang untung walau tidak seberapa, ada juga yang mungkin impas atau bahkan tidak balik modal he he, tapi intinya anak-anak belajar menghargai perjuangan mencari uang. Maksudnya bukan terlalu money oriented, tapi agak anak-anak belajar memahami untuk mendapat uang perlu usaha ya, bukan sim salabim nongol begitu saja saat dibutuhkan.

Membaca cerita-cerita itu, saya jadi teringat serial buku yang saya baca, judulnya The Dish. Serial ini terdiri atas 12 judul buku. Sayang, mendapatkannya gampang-gampang susah. Sampai saat ini saya baru memiliki 7 seri bukunya. Serial ini berkisah tentang 5 gadis ABG yang mengikuti kursus masak sampai akhirnya punya bisnis masak kecil-kecilan.

Lima ABG punya bisnis masak? Sepertinya too good to be true ya. Secara yang namanya menerima pesanan masak saja kadang orang dewasa bisa kewalahan, apa iya ABG bisa. Ah ini kan cuma cerita ABG, cuma di buku. Tapi bukan tidak mungkin ABG bisa memasak sebaik orang dewasa. Kalau ada yang pernah menonton acara Junior MasterChef pasti terkagum-kagum melihat anak-anak belasan tahun bahkan lebih muda, tapi mempunyai bakat dan gairah atau hasrat yang besar terhadap memasak. Baca lebih lanjut